Sabtu, 16 Januari 2010

Bangsa Ini Memerlukan Zhu?

Tulisan ini bersumber dari Republika Online yg kudonlot udah lama (lupa tanggalnya), tapi kayaknya perlu untuk kita baca dan kaji bersama, karena berisi filosofi kebangsaan, mengingat keadaan bangsa kita yang akhir-akhir ini sangat memprihatinkan, semoga ada manfaat dari tulisan yang dibuat oleh Asro Kamal Rokan ini.


Amazing!
Dari tahun 2001 sampai 2005 Cina telah menghukum mati 4000 orang karena korupsi, dan menurut Amnesti Internasional (AI) fakta sesungguhnya masih lebih banyak lagi. Orang bilang komunis itu kejam, tapi cara tsb terbukti sukses memberantas korupsi dan hasilnya terlihat indikator perekonomian Cina melesat. Bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera, beranikah Indonesia meniru?

Kamis, 01 Oktober 2009

KISAH SEEKOR RUSA

DI sebuah masjid di pinggir Kota Salatiga,seorang khatib salat Jumat menguraikan tentang pentingnya menjaga makanan. Bahwa menjaga kehalalan yang dimakan,halal secara lahir dan batin adalah kewajiban agama. Bahkan, para rasul pun diperintah Tuhan supaya makan yang halal.

Senin, 07 September 2009

SI TOLOL, SI BIJAK, DAN KENDI

Artikel ini ku dapat dari email seorang teman, cuma aku lupa entah email siapa, karena udah lama kali, namun karena kuanggap bagus ceritanya maka ku upload di blogku ini, utk itu aku mohon maaf kalau sumbernya unknown.....
begini kisahnya........

Seorang tolol merupakan panggilan bagi orang biasa, yang
senantiasa salah menafsirkan apa yang terjadi atasnya, apa
yang dikerjakannya, atau apa yang dilakukan orang lain. Ia
melakukan semuanya itu begitu meyakinkan sehingga bagi
dirinya dan orang-orang semacamnya segi kehidupan dan
pemikiran yang luas tampak masuk akal dan benar.

Sabtu, 05 September 2009

Syahadat Saridin


oleh : EMHA AINUN NADJIB

Waktu yang diminta oleh Saridin untuk mempersiapkan diri telah dipenuhi. Dan kini ia harus membuktikan diri. Semua santri, tentu saja juga Sunan Kudus, berkumpul di halaman masjid.
Dalam hati para santri sebenarnya Saridin setengah diremehkan. Tapi setengah yang lain memendam kekhawatiran dan rasa penasaran jangan-jangan Saridin ternyata memang hebat.
Sebenarnya soalnya di sekitar suara, kefasihan dan kemampuan berlagu. Kaum santri berlomba-lomba melaksanakan anjuran Allah, Zayyinul Qur'an ana biashwatikum - hiasilah Qur'an dengan suaramu.
Membaca syahadat pun mesti seindah mungkin.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Berada di Dua Kuadran Bisnis

Sebut saja koh Aseng seorang pengusaha sukses di
bidang bahan bangunan di Yogyakarta yang tak pernah membiarkan ke-lima orang putra-putrinya menikmati bangku universitas, maka ketika salah satu putrinya nekad
meraih gelar Insinyur Teknik Sipil malah dimusuhi. Apa yang
terjadi dengan putra-putrinya yang rata-rata hanya lulusan SMU ? Bagi mereka telah tersedia sebuah toko bahan bangunan lengkap dengan isi dan modalnya.

"Buat apa sekolah tinggi-tinggi, wong bapakmu ini SD saja
nggak lulus tapi bisa kaya" katanya berkobar-kobar seolah nggak mau kalah dengan isi artikel
"Kalau ingin kaya, ngapain sekolah !?" tulisan Purdi
E. Chandra.

Rabu, 24 Juni 2009

BERIKAN IDE UNTUK DAPATKAN IDE


Kalau anda punya uang 1 lembar 100 ribuan dan saya punya uang 10 lembar 10 ribuan, jadi nilai keduanya juga sama 100 ribu. Lalu anda tukar uang anda dengan saya, maka saya sekarang mempunyai 1 lembar 100 ribuan dan anda punya 10 lembar 10 ribuan.

Tapi nilainya tetap sama, anda tetap punya uang 100 ribu dan saya tetap punya uang 100 ribu juga.Tapi kalau anda punya 1 ide yang menarik, saya juga punya 1 ide yang menarik dan kita saling tukar ide, maka anda sekarang mempunyai 2 ide. Saya juga mempunyai 2 ide.

KISAH DUA BATA JELEK


Ketika membaca buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" (terjemahan Opening The Door of Your Heart) oleh Ajahn Brahm. Aku tertarik dengan cerita pada awal buku tersebut tentang dua bata jelek yang mendasari kisah-kisah lain di buku tersebut. Buku tersebut sebenarnya merupakan buku spiritual agama Budha dan ditulis oleh seorang bhikku (Ajahn Brahm), namun kisah-kisahnya lebih mengarah ke kehidupan sehari-hari. Dan ditulis dengan sederhana dan juga jenaka.

Inilah kisah dua bata jelek, kisah pertama di buku itu:

Setelah kami membeli tanah untuk vihara kami di tahun 1983, kami kehabisan uang. Kami berhutang. Belum ada bangunan di atas tanah, gubuk pun tidak. Pada minggu-minggu pertama, kami tidur di atas pintu tua yang dibeli dengan murah dari tempat loak; kami menaruhnya di atas tumpukan batu bata di setiap sudutnya untuk meninggikan posisinya di atas tanah. (Tidak ada matras tentunya, kami adalah bhikkhu hutan).