Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lingkungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2020

SYIIR CORONA

Karangan Yahya Umar

 










 
Sungguh malang nasib dunia
Yang sedang dilanda corona
Entah kapan berakhirnya
Tak ada yang bisa menerka
Wabah ini sangat dahsyat
Menjalarnya sangat cepat
Meski bentuk tak terlihat
Menularnya bagai kilat
Virus corona bikin takut
Semua negara kalang kabut
Manusia bertekuk lutut
Tak ingin corona menjemput
Banyak sudah jatuh korban
Jumlahnya sampai ribuan
Ke mana cari perlindungan
Dari wabah yang mematikan
Ada yang memilih lockdown
Menutup diri untuk perlindungan
Keluar-masuk orang sangat dilarang
Agar corona tak datang menyerang
Indonesia pun ketularan
Ekonomi kelimpungan
Banyak karyawan dirumahkan
Banyak orang jadi pengangguran
Presiden memberi perintah
Semuanya harus di rumah
Bekerja maupun ibadah
Belajar pun tak boleh di sekolah
Corona merupakan pelajaran
Kepada segenap insan
Tak ada satupun kekuataan
Di atas kekuatan Tuhan
Ya Tuhan yang Maha Kuasa
Beri kami kekuatan asa
Kabulkanlah doa bangsa
Musnah corona, jangan tersisa
                                                              Singaraja, 16-4-2020

Sumber Caption : Pinterest

Kamis, 23 April 2009

e-jeepney, angkutan energi listrik


Kota Metropilitan Manila ke depan diharapkan bebas polusi, dengan beroperasinya angkutan umum yang menggunakan energi listrik (HEV – hybrid-electric vehicles). Angkutan tersebut dinamakan e-jeepney, yang merupakan pengembangan dari jeepney yang merupakan angkutan khas philipine dengan ciri khas warna-warni yang mencolok. Bedanya kalo jeepney menggunakan BBM solar maka e-jeepney ini menggunakan energi listrik sebagai bahan bakarnya.
Angkutan yang bernama e-jeepney ini beroperasi sepanjang hari, dan jika ‘low batt’ tinggal di-charge di ‘recharging station’ yang ada lokasi-lokasi tertentu.
Yang menjadi pertanyaan, kapan Indonesia punya angkutan yg begini? Saat ini yang ada adalah angkutan umum yang berbahan bakar gas (BBG), itupun kita belum tahu nasibnya bagaimana (“), sebenarnya ide angkutan HEV ini sangat baik buat mengurangi polusi udara terutama dikota-besar di Indonesia, apalagi ternyata juga diikuti oleh semua angkutan, hanya saja tinggal pengaturannya bagaimana, supaya ini bisa terwujud.
Sudah saatnya lah bagi kita semua memikirkan pengurangan polusi udara, yang kian lama kian mengkhawatirkan, Ayo Indonesia, kamu pasti bisa !!!......

sumber : dari berbagai sumber
Photo : greenpeace.org

Kamis, 25 Desember 2008

Jangan Panaskan Mesin Terlalu Lama

artikel otomotif dari www.inilah.com

MUNGKIN Anda satu dari sekian banyak orang yang suka berlama-lama di dalam mobil bahkan mungkin sempat tertidur, saat menunggu seseorang di suatu tempat dengan kondisi mesin dan AC dihidupkan.

Sebagian besar pemilik kendaraan maupun pengemudi menyadari bahwa kerugiannya hanyalah pada pemborosan bahan bakar. Padahal tidak hanya itu, apalagi kalau mobil yang telah dilengkapi dengan catalytic converter. Jika terlalu panas, komponen yang berfungsi sebagai alat penurun emisi gas buang ini tidak dapat bekerja dengan maksimal. Bahkan, catalytic converter yang kelewat panas dapat memicu kebakaran hebat bila di dekatnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Kertas, daun-daun kering yang terbang, misalnya.

Secara teknis, sebenarnya pemanasan suhu pada catalytic converter memang disengaja. Itu sebabnya komponen ini ditempatkan setelah exhaust manifold agar terkena imbas dari gas buang mesin yang panas. Pada saat panas itulah catalytic converter dapat berfungsi sebagai katalis dalam mereduksi gas buang (seperti Hidrocarbon, Carbonmonoksida, Nitrogen Oksida).

Meskipun bekerja saat panas, suhu pada catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang telah ditentukan (sekitar 400-500 derajat celcius). Suhu komponen ini akan terjaga melalui hembusan angin yang datang akibat mobil yang berjalan. Itu sebabnya, jika mesin ber-catalytic converter dipanaskan dalam waktu lama pada kondisi idle, kenaikan suhunya akan melebihi ambang batas aman. Selanjutnya, catalytic converter membara seperti arang yang siap membakar.

Karena itu, ikutilah buku manual. Di sana tercantum keterangan bahwa jangan memanaskan mesin atau menghidupkan kendaraan dalam kondisi diam lebih dari 20 menit. Sebaiknya pula tidak berhenti dan memarkir kendaraan di atas benda yang mudah terbakar seperti rumput, dedaunan atau tumpukan kertas. Seandainya pun sedang parkir dan menunggu seseorang, jauh lebih baik bila mesin Anda matikan, kunci pintu dan keluar dari mobil. [Dari berbagai sumber]

Sabtu, 13 Desember 2008

ADA APA DENGAN PERUBAHAN IKLIM


Perubahan Iklim
Perubahan iklim terutama disebabkan oleh hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu bara, minyak bumi, gas, dan gas alam). Bahan-bahan bakar tersebut menghasilkan karbon dioksida (CO2), gas rumah kaca yang utama.
Gas rumah kaca secara alami penting untuk kehidupan di bumi. Tanpa mereka, kita tidak dapat hidup karena bumi akan menjadi terlalu dingin. Namun, jumlah mereka yang terlalu banyak dan peningkatan temperatur global membuat iklim menjadi tidak stabil, sehingga kesehatan kita dan kesehatan ekosistem global berada dalam bahaya.
Aktifitas manusia telah melepaskan lebih banyak gas rumah kaca ke atmosfer, meningkatkan temperatur global rata-rata dan menciptakan perubahan iklim.
Sejumlah besar ilmuwan setuju bahwa perubahan iklim adalah nyata dan mendesak adanya aksi global yang serius!
Analisis dari penelitian di Antartika menunjukkan saat ini tingkat CO2 di atmosfer menjadi 30% lebih tinggi dibandingkan waktu-waktu sebelumnya dalam 420.000 tahun terakhir dan akan terus bertambah!
Bukti bahwa perubahan iklim yang sudah terjadi:
• Suhu permukaan bumi telah meningkat sebesar 1.0 oF semenjak akhir abad ke-19.
• Tahun-tahun terpanas di abad ke-20 terjadi pada 15 tahun terakhir. Dari catatan tersebut, tahun 1998 merupakan tahun yang paling panas, disusul oleh tahun 2001.
• Salju yang menyelubungi kutub Utara dan es yang mengapung di lautan Antartika telah berkurang karena mencair.

Kita Harus Waspada!

Pemanasan global akan mengubah pola iklim di seluruh dunia, perubahan iklim akan mempengaruhi orang-orang dimana-mana. Ini berdampak langsung dan tidak langsung bagi kesehatan manusia.
Masyarakat yang tinggal di daerah gersang, pantai, daerah yang mudah terkena banjir, atau di pulau kecil yang memiliki resiko terkena dampak perubahan iklim. Sistem sosial dan ekonomi cenderung lebih rapuh di negara berkembang karena institusi ekonomi yang belum stabil. Kepadatan populasi yang lebih besar di berbagai belahan dunia telah membuat beberapa daerah menjadi lebih rapuh terhadap bahaya seperti badai, banjir, dan kekeringan.
Cuaca yang ekstrim dapat menyebabkan banyak kerusakan lahan pertanian. Para ahli memprediksikan bahwa akan ada banyak badai, angin topan, embun beku dan gelombang panas. Pada tahun 1990an, terdapat lebih dari 5 kali bencana alam serius dibandingkan yang terjadi pada tahun 1950an.
Beberapa dampak perubahan iklim yang telah dan akan terjadi, antara lain adalah:

Meningkatnya permukaan laut
Secara global, permukaan air laut telah meningkat antara 4-10 inci selama abad terakhir yang dikarenakan oleh pemuaian air laut akibat kenaikan suhu permukaan bumi. 10 inci mungkin bukan angka yang besar, tetapi harus diingat bahwa dua pertiga bagian bumi adalah air. Dan bayangkan bahwa SEMUA bagian itu mengalami kenaikan 10 inci (25 cm)! Hal ini juga disebabkan oleh pencairan es dan gletsyer yang semakin cepat Pada tahun 2002, suhu yang cukup hangat menyebakan pencairan permukaan es terbesar di Greenland. Di puncak gunung Kilimanjaro, gletsyer diperkirakan akan hilang sepenuhnya pada tahun 2020. Di pegunungan Himalaya, Alpen dan Alaska, ribuan tempat gletsyer berkurang dengan cepat.

Banjir
Banjir yang disebabkan karena gelombang badai telah mempengaruhi 46 juta orang di rata-rata tahun, kebanyakan dari mereka tinggal di negara berkembang.

Kesehatan
Kesehatan manusia dapat terancam saat terjadinya perubahan iklim. Iklim yang hangat dan basah berarti lebih banyak nyamuk untuk menyebarkan penyakit seperti malaria, dan demam berdarah
Kerusakan infrastruktur
Infrastruktur fisik akan rusak, terutama dikarenakan oleh peningkatan level air laut dan karena kejadian-kejadian cuaca yang ekstrim.
Kebakaran hutan
Cuaca panas dan curah hujan yang kurang dapat berarti lebih banyak bencana besar yaitu kebakaran hutan. Pada kurun waktu 1997-1998, Indonesia mengalami Kebakaran Hutan yang sangat parah sebagai akibat berubahnya karakter gejala alam El Nino yang menjadi lebih sering

Pertanian
Di beberapa tempat di dunia, lahan pertanian dulunya merupakan daerah yang lebat dan subur, namun dalam beberapa tahun terakhir hujan jarang turun dan jatuh pada waktu yang salah. Petani-petani di seluruh dunia mungkin harus menanam tanaman yang berbeda yang dapat bertahan dengan kondisi yang baru.
Berkurangnya persediaan air bersih
Dalam Forum Ketiga Air Dunia, UNESCO melaporkan bahwa menjelang tahun 2025 lebih dari 2.5 milyar penduduk dunia atau lebih kurang satu pertiga penduduk dunia akan menghadapi kekurangan air bersih. Mereka memperkirakan sekitar 12000 km2 sumber air dunia saat ini telah tercemar dan apabila tidak ada perbaikan pada 50 tahun mendatang kerusakan sumber air bersih akan mencapai 18000 km2 .
Curah hujan yang tidak dapat diperkirakan akan mengarah pada kekurangan persediaan air di banyak tempat di dunia. Semakin menipisnya gletsyer juga merupakan ancaman terhadap ketersediaan air bersih di beberapa tempat. Daerah di sekitar Mediterania, temperatur dapat naik sekitar 4oC tahun 2100 dan curah hujan diperkirakan turun hingga 10 sampai 40%.

Keanegaragaman Hayati Diambang Kepunahan
Pemanasan global dapat menyebabkan kepunahan dari sebagian besar ekosistem dunia yang amat berharga. Bahkan hidupan liar yang ada di tempat-tempat konservasipun tidak bisa menghindari ancaman besar ini.
Beruang kutub semakin kehilangan habitatnya. Di Antartika, dimana suhu rata-rata telah meningkat sekita 4.5 derajat Farenheit dalam 50 tahun terakhir, gumpalan es sebesar pulau Rhode seberat 500 milyar ton terpisah dari es Larsen-B dan jatuh ke laut.
Saat ini terumbu karang dunia dalam kondisi yang memprihatinkan. Terumbu karang sangat sensitif terhadap panas. Kenaikan 1oC pada temperatur laut dapat mengakibatkan pemutihan pada terumbu karang dan pada akhirnya akan mati. Pemutihan karang yang paling parah terjadi pada 1998.
Dalam laporan penelitian WWF, Habitats at Risk: Global Warming and Species Loss in Terrestrial Ecosystems, ditemukan bahwa dengan beberapa asumsi mengenai pemanasan global di masa depan dan dampaknya terhadap beberapa tipe vegetasi utama, kepunahan spesies akan terjadi di kebanyakan ekoregion signifikan di bumi.
Laporan tersebut meneliti dampak perubahan iklim pada ekosistem teresterial yang diidentifikasikan WWF sebagai bagian dari Global 200 - tempat-tempat dimana terdapat keanekaragaman hayati bumi yang paling unik dan kaya. Apabila tingkat konsentrasi CO2 di atmosfer dalam 100 tahun mendatang dikalikan dua dari sekarang - jumlah yang sesungguhnya lebih kecil dari perkiraan para ahli iklim, dampak-dampak berikut diperkirakan akan terjadi:
• Lebih dari 80 persen dari ekoregion yang diteliti akan menderita kepunahan tumbuhan dan binatang sebagai akibat pemanasan global.
• Beberapa dari ekosistem alami yang paling kaya akan kehilangan lebih dari 70 persen dari habitatnya, dimana habitat tersebut adalah tempat hidup dari tumbuhan dan binatang di dalamnya.
• Banyak habitat yang akan berubah sepuluh kali lebih cepat daripada seharusnya, yang menyebabkan kepunahan species yang tidak dapat bermigrasi atau beradaptasi dengan perubahan tersebut.


Sumber : http://www.wwf.or.id

gambar : dari www.FunandFunOnly.in

Sabtu, 11 Oktober 2008

Langkah Kecil Melestarikan Bumi

ISU global warming yang diembuskan negara maju mungkin bakal terjadi juga di negara kita. Hal ini tentu dapat berpengaruh terhadap hidup kita nantinya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, sudah waktunya kita mulai melestarikan Bumi. Paling tidak bisa kita mulai dari lingkungan sekitar. Mulailah dari kegiatan di dalam rumah.

Bagaimana merealisasikannya? Hanya butuh langkah-langkah kecil kok. Mari mulai berhemat, hemar energi, hemat air, dan kurangi penggunaan peralatan-peralatan yang menghasilkan panas tinggi. Desainlah rumah sebaik mungkin sehingga meminimalkan penggunaan pendingin ruangan.

Konkretnya? Lihat uraian berikut. Langkah-langkah ini dapat dilakukan untuk berhemat air dan energi:

* Upgrade peralatan rumah tangga Anda. Produk lama cenderung lebih boros energi, listrik, ataupun air. Jika memilih peralatan baru, penghematan mencapai 60 persen dibandingkan dengan produk lama.
* Aktivitas mencuci piring. Mungkin Anda heran. Pola konvensional mencuci piring dengan tangan ternyata boros air. Penggunaan dishwasher ternyata lebih hemat. Mesin cuci piring ini dapat memangkas 3/4 air terpakai. Selain hemat air juga hemat tenaga.
* Jangan biarkan tumpukan es ada pada ruang pembeku kulkas Anda. Lapisan es menyedot energi 30 persen lebih banyak. Segera bersihkan. Lebih baik lagi jika lemari es Anda punya tools pencair otomatis hingga dapat menghemat waktu.
* Kulkas pun jangan didekatkan ke sumber panas dan jenis pembeku lain karena hawa panas mengurangi efisiensi kerja kompresor dan kondensor serta yang pasti meningkatkan konsumsi energi.
* Konsumsi energi dan air dari mesin cuci merupakan yang terbesar kedua dalam rumah tangga. Pilihlah mesin cuci dengan teknologi direct spray. Fitur ini dapat mengurangi 35-50 persen pemakaian air dan energi untuk sekali muatan.
* Perhatikan label energi pada peralatan rumah tangga. Lebel energi memuat informasi efisiensi energi produk tersebut. Skala yang ada saat ini G-A. Skala A merupakan tingkatan terendah dalam konsumsi energi. Bahkan, untuk lemari es dan mesin cuci terdapat skala A+ dan A++.
* Pilih peralatan berlabel "eco". Eco adalah ekologi, merupakan label untuk produk yang mendukung pelestarian lingkungan dan penghematan energi.

Sumber : Kompas.com
Penulis: Whery